Minggu, 02 Oktober 2011

Presiden Indonesia Masa Depan Orang Ujungpangkah?

Presiden Indonesia Masa Depan Orang Ujungpangkah?
Oleh: Masnukhan, S. Pd.
(Tenaga Edukatif SMP Negeri 1 Ujungpangkah)

Suraboyo bakal keboyo-boyo
Gresik bakal resik-resik
Sidayu bakal kesupit yuyu
Tuban bakal dadi rowo

Pangkah bakal mangku negoro


Ungkapan di atas tidak asing bagi telinga orang-orang Ujungpangkah. Ungkapan tersebut telah didengar secara turun-temurun. Sebagian orang menganggap ungkapan tersebut hanya sebagai ungkapan biasa yang kurang bermakna. Namun, sebagian yang lain menganggap sebagai sebuah ramalan atau pandangan ke depan terhadap hal-hal yang akan terjadi.
Bagi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa, budaya ramal-meramal merupakan hal yang tidak asing lagi. Setiap peristiwa yang terjadi, bahkan yang akan terjadi selalu di ramalkan. Orang Jawa tulen tentu ingat nama Joyoboyo dari Kediri dan Raden Ngabehi Ronggowarsito dari Keraton Surakarta. Keduanya dijadikan sebagai pemandu dalam mengenali dan menghayati perubahan atau pancaroba zaman.
Tentu kita masih ingat beberapa tahun yang lalu menjelang pemilihan presiden Indonesia tahun 2004 setelah tumbangnya presiden Soeharto berserta Orde Barunya. Muncul di berbagai media masa ramalan tentang presiden pengganti Soeharto. Penganut ramalan berpendapat bahwa yang menjadi presiden Indonesia itu yang namanya sesuai dengan urutan kata NOTONAGORO. Suku kata pertama ‘no” menunjukkan nama Soekarno presiden Indonesia pertama karena orang Jawa mempunyai kebiasaan memanggil seseorang dengan menyebut suku akhir namanya. Presiden Indonesia kedua adalah Soeharto berakhir dengan suku kata ‘to’. Presiden Indonesia ketiga B.J Habibie bukan berasal dari suku Jawa. Karena itu mereka otak-atik matuk, kata mereka kata habibie itu berasal dari bahasa Arab sedangkan padanan bahasa Jawanya adalah trisna. Presiden Indonesia keempat K. H. Abdur Rahman Wahid juga mereka otak-atik matuk. Kata mereka, suku kata ‘go’ itu menunjuk nama Gus Dur, panggilan akrab presiden keempat itu. Untuk presiden kelima, Megawati Soekarno Putri, dan presiden keenam, Susilo Bambang Yudoyono, tidak memenuhi kriteria suku kata terakhir ‘ro’. Mereka menganggap presiden Indonesia kelima dan keenam itu sebagai presiden yang akan mengantarkan munculnya presiden yang bisa mengantarkan Indonesia ke puncak kejayaan Indonesia. Mereka mengistilahkan presiden masa depan Indonesia itu dengan sebutan Satrio Paningit.
Itulah kentalnya orang Jawa dengan ramalan. Termasuk ungkapan yang sudah menjadi buah bibir orang Ujungpangkah tersebut juga bisa dikategorikan semacam ramalan tentang hal-hal yang akan terjadi. Tentu pembuat ungkapan itu tidak sembarang orang. Tentunya pembuatnya orang yang waskito atau orang yang mempunyai ilmu linuwih. Pembuatnya sengaja mengunakan bahasa kias atau lambang agar tidak terkesan mendahului takdir. Tulisan ini mencoba memaparkan pendapat orang-orang Ujungpangkah terhapat makna  ungkapan-ungkapan yang selama ini mereka hapal..
Ungkapan Suroboyo bakal keboyo-boyo ada yang menerjemahkan ‘Surabaya akan mengalami bahaya atau musibah’. Pendapat ini muncul  bersamaan dengan munculnya tragedi lumpur Sidoarjo. Bencana  lumpur menurut pendapat ini tidak hanya bencana bagi warga Sidoarjo tetapi bencana bagi warga Jawa Timur, khususnya bagi kota Surabaya karena Surabaya menjadi pusat perdagangan di Jawa Timur. Pendapat ini ada benarnya sebab lumpur Sidoarjo itu memang benar-benar sampai melumpuhkan jalur perekonomian di Jawa Timur.
Pendapat lain mengatakan bahwa Suroboyo bakal keboyo-boyo itu maksudnya banyak penduduk Surabaya yang akan pindah ke tempat lain. Kenyataannya memang demikian, wilayah Surabaya bergeser ke utara. Wilayah yang dulu merupakan  persawahan kini menjadi wilayah pemukiman penduduk, seperti kawasan Darmo Grand, Darmo Satelit, Darmo Permai Bahkan pengembangan wilayah itu sampai ke Lakarsantri dan Menganti. Pendapat lebih inklusif lagi mengatakan bahwa yang dimakasud  Suroboyo bakal keboyo-boyo adalah keturunan orang Ujungpangkah dari Sawunggaling yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya itu akan pindah dan menetap di Ujungpangkah.
Ungkapan Gresik bakal resik-resik dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia Gresik akan bersih-bersih. Ungkapan ini mengandung makna implisit atau makna tersirat bahwa Gresik kelak menjadi wilayah yang kotor. Karena kotor warganya akan melakukan bersih-bersih. Pengertian demikian pun masih memunculkan pertanyaan. Apakah kotor dalam arti fisik atau nonfisik. Mungkin kotor fisik atau kotor nonfisik, mungkin juga kotor keduanya.
Melihat kenyataan yang ada di Gresik, penulis cenderung berpendapat Gresik akan mengalami kotor baik secara fisik maupun nonfisik. Udara Gresik dengan slogannya Gresik Berhias Iman, tidak sebersih dan sesehat tempo dulu. Gresik sebagai kawasan industri telah mengubah wilayah Gresik sebagai kawasan yang rawan polusi baik polusi udara, polusi darat, maupun polusi laut. Di wilayah Gresik terdapat industri-industri besar seperti PT  Petrokimia Gresik, PT Semen Gresik, PT Petrosida  Gresik, PT Petronika Gresik, PT Petrokimia Kayaku, PT Smelting, PT Sumber Mas Indah Plywood, PT Indospring, PT Nippon Paint, PT Behaeste. Juga banyak industri menengah yang sudah tersebar di wilayah Gresik.
Disamping itu juga bermunculan industri-industri baru di wilayah-wilayah baru di Gresik. Hal ini akan berakibat munculnya wilayah-wilayah baru yang rawan polusi padahal dulunya bebas polusi. Jika demikian Gresik akan benar-benar menjadi wilayah yang kotor secara fisik bila pemerintah kabupaten Gresik tidak mengantisipasi dan melakukan penataan kawasan industri di Gresik. Jika ini terjadi maka ungkapan orang Ujungpangkah itu akan menjadi kenyataan.
Disamping itu secara nonfisik, Gresik yang menyandang sebagai kota santri kini mulai dipertanyakan keberadaannya. Malah ada yang memplesetkan slogan Gresik Berhias Iman dan Kota Santri. Kata mereka, ‘iman’ hanya sebagai hiasan warga Gresik zaman ini. Katanya, perilaku warganya saat ini sudah tidak mencerminkan sebagai orang-orang yang beriman. Nauzubillah, bila ini terjadi. Kota Santri juga katanya bukan lagi merujuk pada makna santri yang sebenarnya. Santri dari kata san artinya bersih dan tri artinya tiga. Maksudnya, santri itu artinya orang yang mempunyai sifat bersih hatinya, bersih ucapannya, dan bersih tingkah lakunya. Kota Santri diplesetkan menjadi kawasan Industri.
 Jika apa yang diungkapan oleh orang Ujungpangkah itu sudah benar-benar terjadi, tugas berat akan menghadang pemerintah Gresik dan warganya. Mereka harus siap-siap mengembalikan wilayah Gresik menjadi wilayah yang bersih baik secara fisik maupun nonfisik. Gresik harus diupayakan menjadi wilayah yang bersih terbebas dari berbagai polusi. Juga mengembalikan citra Gresik sebagai kota santri dan kota wali. Tugas berat ada d pundak semua warga Gresik.
Ungkapan Sidayu bakal kesupit yuyu menunjukkan bahwa wilayah Sidayu Lawas seperti berada dalam supitan yuyu, sebangsa kepiting. Ramalan ini seperti sudah terjadi dengan dibuatnya sedutan Bengawan Solo di Sidayu. Dengan sedutan itu Bengawan Solo tampak seperti melingkari wilayah Sidayu Lawas. Ungkapan ini erat sekali kaitannya dengan ungkapan Tuban bakal dadi rawa. Dengan adanya sedutan Bengawan Solo di Sidayu Lawas, muaranya akan membawa lumpur akibat erosi. Endapan lumpur di pantai Sidayu Lawas wilayah Tuban akan berakibat pendangkalan pantai. Hal ini akan terjadi sebaimana di pantai Ujungpangkah tempo dulu. Akibat muara Bengawan Solo pantai Ujungpangkah kini berubah menjadi area pertambakan seluas kurang lebih lima ribu hektar dan akan terus bertambah sepanjang muara itu terus mengalir.
Ungkapan terakhir Pangkah bakal mengku negara benar-benar saat yang ditunggu-tunggu oleh orang Ujungpangkah. Mereka memahami bahwa ungkapan ini dimaksudkan sumber alam yang ada di Ujungpangkah akan mampu mengangkat negara Indonesia. Mereka percaya kekayaan itu akan mampu melunasi utang-utang yang selama ini menjadi beban bangsa Indonesia.Ujungpangkah akan mampu memikul beban utang Indonesia. Adanya eksplorasi sumber gas dan minyak yang dilakukan oleh Amerada Hess di Ujungpangkah menjadi harapan awal terwujudnya ramalan itu.
Terhadap ungkapan yang terakhir ini ada juga yang berpendapat bahwa kelak yang akan menjadi presiden Indonesia masa depan dan mampu membawa membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana amanat pembukaan UUD 1945 adalah berasal dari keturunan orang Ujungpangkah. Bahkan ciri-ciri calon presiden itu sudah sejak lama berkembang di masyarakat Ujungpangkah secara turun-temurun. Kita semua akan menunggu kapan hal itu terjadi. Wallahu aklam, hanya Allah swt. yang Mahatahu.

14 komentar:

  1. ujungpangkah itu daerah mana????????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  2. ujungpangkah kabupaten gresik jawa timur indonesia

    BalasHapus
  3. Mantap pak ceritanya
    menggugah semangat untuk terus beajar

    BalasHapus
  4. PAK MASNUKHAN , BLOG NYA BOLEH DI PINJAM TA BUAT NYARI DUIT?...HEHEHE..BERSIH,RAPI!.

    BalasHapus
  5. JENGGOTE KURANG DOWO PAK,....!

    BalasHapus
  6. Dasar ideologinya dari mana pak...apakah ini cuma kira-kira atau ada dasar yang lebih kuat..???

    BalasHapus
  7. TUBAN BAKAL DADI ROWO kok ora disebut toh pak................Saya ini orang Tuban Asli. Menurut Kyai Tuban kelak akan jadi Kota Metropolitan, Pusat Industri dan Pusat Pendidikan. Kelat orang orang Arab Timur Tenggah akan berbondong-bondong menimba ilmu Islam

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  12. terimnakasih infonya, kunjungi http://bit.ly/2RpidHn

    BalasHapus